Ilmu Sosial Dasar Sebagai Salah Satu Mata Kuliah Dasar Umum
DOSEN PEMBIMBING :
DITIYA HIMAWATI, SE.,MM.
DISUSUN OLEH :
MAHARANI DITA APRILIANI
23318931
1TB05
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR
2018/2019
A.Pengertian Ilmu Sosial Dasar
Ilmu sosial dasar adalah
pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial,dengan menggunakan
fakta,konsep dan teori-teori yang diperoleh dan dikembangkan oleh berbagai
bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial.
Ilmu sosial dasar tidak merupakan
gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan karena masing-masing sebagai
disiplin ilmu memiliki objek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak
mungkin dipadukan
Ilmu sosial dasar bukan merupakan
disiplin ilmu tersendiri,karena ilmu sosial dasar tidak mempunyai objek dan
metode ilmiah tersendiri dan juga ia tidak mengembangkan suatu penelitian
sebagaimana suatu disiplin ilmu seperti ilmu-ilmu sosial lainnya.
Ilmu sosial dasar merupakan suatu
bahan studi atau program pengajaran yang khusus dirancang untuk kepentingan
pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan dalam rangka usaha untuk
memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang
dikembangkan guna mengkaji gejela-gejala sosial agar daya tanggap,persepsi dan
penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat
ditingkatkan,sehingga lebih peka terhadapnya.
B. Tujuan Ilmu Sosial Dasar
Tujuan pendidikan
Ilmu Sosial Dasar adalah praktis,bukan pengembangan ilmu melainkan pengembangan
pribadi dengan memanfaatkan berbagai cabang ilmu sosial secara terpadu,sejauh
dinilai menunjang pencapaian tujuan.
Tujuan ilmu sosial dasar adalah
membantu perkembangan wawasan,penalaran dan kepribadian mahasiswa agar
memperoleh wawasan yang lebih luas dan ciri-ciri kepribadian yang diharapkan
dari sikap mahasiswa khususnya berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia
dalam menghadapi manusia lain,serta sikap dan tingkah laku manusia-manusia lain
terhadap manusia yang bersangkutan secara timbal balik.
Secara rinci Ilmu Sosial Dasar bertujuan membina mahasiswa agar :
-Memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masalah sosial yang ada dalam masyarakat
-Peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya
C. Kelompok
Ilmu Pengetahuan
Ilmu
Sosial Dasar merupakan mata kuliah dasar umum yang mempunyai peranan yang jelas
dalam bentukan kompetensi profesional seseorang lulusan perguruan tinggi. Mata
kuliah dasar umum dibagi menjadi 2 kelompok.
Kelompok pertama yaitu :
-Agama -Pendidikan
Sejarah Perjuangan Bangsa
-Pancasila -Kewiraan
Keempat mata kuliah kelompok
pertama tersebut merupakan mata kuliah intrakurikuler yang diwajibkan kepada
semua mahasiswa,yang dinilai dan ikut menetukan kenaikan tingkat,jenjang
pendidikan dan ujian-ujian.
Kelompok kedua yaitu :
-Ilmu Alamiah Dasar (IAD) -Ilmu
Budaya Dasar (IBD)
-Ilmu Sosial Dasar (ISD)
Kelompok kedua diharapkan dapat
membantu kepekaan mahasiswa berkenaan dengan lingkungan alamiah,lingkungan
sosial dan lingkungan budaya.Ketiga mata kuliah dasar tersebut diatas diberikan
kepada semua mahasiswa dengan ketentuan bahwa mahasiswa bidang pengetahuan
keahlian yang berada dalam ruang lingkup salah satu mata kuliah dasar
tersebut,tidak diwajibkan mengikuti mata kuliah yang bersangkutan.
Kelompok kedua masing-masing dimaksudkan untuk membuka pagar-pagar yang membatasi disiplin-disiplin yang membentuk masing-masing kelompok ilmu itu.Disiplin-disiplin yang dimaksud antara lain :
-Disiplin IAD adalah fisika,kimia astronomi geologi,meteorologi dan biologi
-Disiplin ISD adalah psikologi,sosiologi,antrhopologi,ekonomi dan politik
-Disiplin IBD adalah sastra musik,seni rupa,seni tari,sejarah,agama dan filsafat
1.2 Ilmu Sosial Dasar (IPS) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan.
A. Persamaan antara
keduanya, adalah :
1.Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program
pendidikan/pengajaran.
2.Keduanya bukan disiplin imu yang berdiri sendiri.
3.Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari kenyataan
sosial dan masalah sosial.
B. Perbedaan antara
keduanya, adalah :
1. Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang
Ilmu Pengetahuan Sosial diberikan di sekolah dasar dan sekolah lanjutan.
2. Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah
tunggal,sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok data sejumlah mata
pelajaran (untuk sekolah lanjutan).
3. Ilmu Sosial Dasar diartikan kepada pembentukan sikap dan kepribadian,
sedang IImu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan
keterampilan intelektual.
1.3 Ruang Lingkup Ilmu Sosial Dasar
A.Golongan Bahan Pelajaran ISD
Materi IImu Sosial Dasar terdiri
atas masalah-masalah sosial. Untuk dapat menelaah masalah-masalah sosial,
hendaknya terlebih dahulu kita dapat mengidentifikasi kenyataan-kenyataan
sosial dan memahami sejumlah konsep sosial tertentu. Sehingga dengan demikian
bahan pelajaran ilmu Sosial Dasar dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu
:
1.Kenyataan-kenyataan sosial yang ada dalam masyarakat,yang
secara bersamaan merupakan masalah sosial tertentu.Kenyataan sosial tersebut
sering ditanggapi secara berbeda oleh para ahli ilmu sosial,karena adanya
perbedaan latar belakang disiplin ilmu dan sudut pandangnya. Dalam Ilmu Sosial
Dasar kita menggunakan pendekatan multidisiplin.
2.Konsep Sosial atau pengertian tentang kenyataan sosial
dibatasi pada konsep dasar atau elementer saja yang sangat diperlukan untuk dipelajari
masalah sosial dalam Ilmu Pengetahuan Sosial. Contoh dari konsep dasar itu
misalnya konsep keanekaragaman dan kesatuan sosial bertolak dari kedua konsep
tersebut diatas maka dapat kita pahami dan sadari bahwa dalam masyarakat selalu
terdapat persamaan dan perbedaan pola pemikiran secara individual atau kelompok
serta persamaan dan perbedaan kepentingan.Persamaan dan perbedaan itulah yang
menimbulkan pertentangan atau konflik.
3.Masalah-masalah sosial yang timbul dalam masyarakat dan
terlibat dalam berbagai kenyataan sosial yang saling berkaitan.
Dalam bersosialisasi, tiap orang punya cara sendiri. Hal itu lagi-lagi tergantung pada kepribadian masing-masing orang. Kepribadian yang ekstrovert (terbuka) jelas lebih mudah bersosialisasi ketimbang yang introvert (tertutup). Akan tetapi kalau melihat tipe kepribadian KSMP atau DISC, maka yang sanguin atau influence tampaknya bakal lebih mudah menjalin hubungan dengan lebih banyak orang.
Di sini juga terletak apa yang dinamakan defence mechanism. Secara teoretis, dalam psikologi pengertiannya adalah suatu sistem mekanisme yang bekerja ketika ”aku” atau ”ego” terserang. Batasan terserang inilah yang membuat munculnya apa yang disebut ”ranah privat”. Dalam ”ranah privat”, individu menyimpan rapat-rapat apa pun yang ada di dalamnya dan tidak boleh seorang lain pun tahu tanpa seizinnya.
Saat bersosialisasi, tentu kita akan membuka diri kepada orang lain untuk masuk ke dalam ranah privat kita. Karena selain memperkenalkan diri, tentunya kita akan memberikan cara bagi orang yang menjadi lawan bicara untuk dapat mengontak kita di kemudian hari. Makin sempit ranah privat seseorang, makin aman dia dalam kehidupannya. Artinya, ia tidak memiliki ”rahasia hidup” yang harus disembunyikannya sedemikian rupa.
Orang yang mudah bersosialisasi juga berarti pribadi yang berpikiran terbuka (open mind), memiliki rasa toleransi tinggi sehingga sanggup menerima perbedaan, dan tentunya mudah menerima hal baru. Dengan demikian, ia akan dapat dengan ringan menjalin hubungan baru karena dalam hidupnya segala sesuatu ’baik-baik saja’.
Harus diingat, ’baik-baik saja’ bukan berarti ’tidak ada masalah’, namun yang bersangkutan mampu menanganinya dengan baik. Secara internal, kejiwaannya sehat sehingga defense mechanism-nya bekerja minimal. Memang, tidak ada hidup yang sempurna. Semua pasti punya masalah pribadi. Namun bagi yang berpribadi kuat dan berjiwa sehat, masalah pribadi itu tidak sampai mengemuka ke ranah publik.
Artinya, ia tidak perlu membawa-bawa masalah di rumah ke kantor misalnya. Ini tentu akan berimbas pada sifat profesional yang antara lain terwujud dengan sikap menghargai orang lain. Namun di atas itu semua, ia justru lebih menghargai diri sendiri dengan proporsi sepantasnya. Karena bila berlebihan maka ia lantas jatuh lagi pada penyakit kejiwaan lain yaitu narcissisme.
Manfaat bersosialisasi tentu banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan tetapi, kerap kali dalam hidup kita dapati orang-orang yang tidak mau bersosialisasi. Mereka seolah tidak membutuhkan orang lain. Padahal, sebenarnya itu mereka lakukan karena takut masalah pribadi mereka yang disimpan rapat di ranah privatnya terekspos ke ranah publik.
Di sini kita sering lupa, bahwa kita sendiri sebenarnya berhak menentukan sampai seberapa jauh orang lain dapat masuk ke ranah privat kita, tanpa harus menghindarinya sama sekali. Karena bila kita menolak sama sekali orang lain masuk, maka kita menjadi makhluk asosial yang aneh. Dengan pengertian itu, maka seharusnya kita tahu bahwa orang lain yang terhubung ke kita memiliki tingkatan. Ada yang kita anggap bak saudara sendiri, sahabat, karib, teman dekat, teman kantor, teman organisasi, teman bisnis, teman biasa, teman masa sekolah, pacar, pasangan hidup, temannya teman, atau sekedar pernah ketemu. Bahkan di era web 2.0 itu muncul lagi istilah teman virtual atau teman di dunia maya.
Itu semua sebetulnya cuma menunjukkan kalau kita sejatinya bisa punya banyak kategori teman. Tapi mereka yang asosial rupanya beranggapan hanya ada satu jenis teman dan itu berbahaya karena akan masuk ke ranah privat mereka. Padahal, bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.
Teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa mencari sendiri contoh-contoh semacam itu. Itulah antara lain manfaat bersosialisasi dan berjejaring.
1.5 Kesimpulan
1.4 Studi Kasus
Dalam bersosialisasi, tiap orang punya cara sendiri. Hal itu lagi-lagi tergantung pada kepribadian masing-masing orang. Kepribadian yang ekstrovert (terbuka) jelas lebih mudah bersosialisasi ketimbang yang introvert (tertutup). Akan tetapi kalau melihat tipe kepribadian KSMP atau DISC, maka yang sanguin atau influence tampaknya bakal lebih mudah menjalin hubungan dengan lebih banyak orang.
Di sini juga terletak apa yang dinamakan defence mechanism. Secara teoretis, dalam psikologi pengertiannya adalah suatu sistem mekanisme yang bekerja ketika ”aku” atau ”ego” terserang. Batasan terserang inilah yang membuat munculnya apa yang disebut ”ranah privat”. Dalam ”ranah privat”, individu menyimpan rapat-rapat apa pun yang ada di dalamnya dan tidak boleh seorang lain pun tahu tanpa seizinnya.
Saat bersosialisasi, tentu kita akan membuka diri kepada orang lain untuk masuk ke dalam ranah privat kita. Karena selain memperkenalkan diri, tentunya kita akan memberikan cara bagi orang yang menjadi lawan bicara untuk dapat mengontak kita di kemudian hari. Makin sempit ranah privat seseorang, makin aman dia dalam kehidupannya. Artinya, ia tidak memiliki ”rahasia hidup” yang harus disembunyikannya sedemikian rupa.
Orang yang mudah bersosialisasi juga berarti pribadi yang berpikiran terbuka (open mind), memiliki rasa toleransi tinggi sehingga sanggup menerima perbedaan, dan tentunya mudah menerima hal baru. Dengan demikian, ia akan dapat dengan ringan menjalin hubungan baru karena dalam hidupnya segala sesuatu ’baik-baik saja’.
Harus diingat, ’baik-baik saja’ bukan berarti ’tidak ada masalah’, namun yang bersangkutan mampu menanganinya dengan baik. Secara internal, kejiwaannya sehat sehingga defense mechanism-nya bekerja minimal. Memang, tidak ada hidup yang sempurna. Semua pasti punya masalah pribadi. Namun bagi yang berpribadi kuat dan berjiwa sehat, masalah pribadi itu tidak sampai mengemuka ke ranah publik.
Artinya, ia tidak perlu membawa-bawa masalah di rumah ke kantor misalnya. Ini tentu akan berimbas pada sifat profesional yang antara lain terwujud dengan sikap menghargai orang lain. Namun di atas itu semua, ia justru lebih menghargai diri sendiri dengan proporsi sepantasnya. Karena bila berlebihan maka ia lantas jatuh lagi pada penyakit kejiwaan lain yaitu narcissisme.
Manfaat bersosialisasi tentu banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan orang lain. Akan tetapi, kerap kali dalam hidup kita dapati orang-orang yang tidak mau bersosialisasi. Mereka seolah tidak membutuhkan orang lain. Padahal, sebenarnya itu mereka lakukan karena takut masalah pribadi mereka yang disimpan rapat di ranah privatnya terekspos ke ranah publik.
Di sini kita sering lupa, bahwa kita sendiri sebenarnya berhak menentukan sampai seberapa jauh orang lain dapat masuk ke ranah privat kita, tanpa harus menghindarinya sama sekali. Karena bila kita menolak sama sekali orang lain masuk, maka kita menjadi makhluk asosial yang aneh. Dengan pengertian itu, maka seharusnya kita tahu bahwa orang lain yang terhubung ke kita memiliki tingkatan. Ada yang kita anggap bak saudara sendiri, sahabat, karib, teman dekat, teman kantor, teman organisasi, teman bisnis, teman biasa, teman masa sekolah, pacar, pasangan hidup, temannya teman, atau sekedar pernah ketemu. Bahkan di era web 2.0 itu muncul lagi istilah teman virtual atau teman di dunia maya.
Itu semua sebetulnya cuma menunjukkan kalau kita sejatinya bisa punya banyak kategori teman. Tapi mereka yang asosial rupanya beranggapan hanya ada satu jenis teman dan itu berbahaya karena akan masuk ke ranah privat mereka. Padahal, bersosialisasi akan memudahkan membentuk jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah meraih kesuksesan dalam hidup.
Teman atau jaringan yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa mencari sendiri contoh-contoh semacam itu. Itulah antara lain manfaat bersosialisasi dan berjejaring.
Tanggapan :
Manusia
sebagai makhluk sosial memang sudah seharusnya kita berinteraksi, bergaul, dan
berkumpul dengan manusia lainnya. Karena ini memang sudah kodrat yang dimiliki
manusia itu sendiri. Mulai dari kita lahir dan bertemu dengan orang-orang yang
pertama kali kita jumpai di dunia, kita membutuhkan orang yang dapat membantu
persalinan ibu kita agar ibu dan bayi yang akan lahir selamat. Sampai
ketika kita meninggal dan terakhir kali melihat orang-orang yang kita sayangi,
kita sangat membutuhkan orang yang mengurusi pemakaman, untuk memandikan
jenazah, mengkafani jenazah, dan lain-lain karena orang yang sudah meniggal tak
akan mungkin mengurusi pemakamannnya sendiri. Tak akan lepas dari peranan
kita sebagai makhluk sosial.
Manfaat bersosialisasi dan mempunyai banyak teman
memang banyak, karena bagaimanapun kita sebagai manusia memang membutuhkan
orang lain. Akan sangat bagus jika kita mejadi pribadi yang mempunyai kemampuan
bersosialisasi yang baik. Bukan menjadi makhluk asosial yang berpura-pura tidak
membutuhkan orang lain. Karena dengan bersosialisasi akan memudahkan membentuk
jejaring. Dan mereka yang pandai berjejaring, bisa dipastikan lebih mudah
meraih kesuksesan dalam hidup.
Mengapa
saya berkata demikian? Karena seperti yang sudah dikutip dari wacana di atas
bahwa teman atau jaringan
yang kita punya akan menolong kita tanpa pamrih. Kalaupun ada imbalan yang
diberikan, sifatnya mutualisme atau sama-sama untung. Dalam segala hal di
kehidupan, makin banyak teman maka akan makin mudah seseorang mencapai
kebutuhannya. Misalnya saja saat butuh tiket pesawat murah, kalau punya teman
di maskapai penerbangan atau agen perjalanan tentu Anda akan dibantu
mencarikannya tanpa jasa tambahan. Anda bisa buktikan sendiri. Tapi tentunya
hal ini hanya bisa dibuktikan jika teman anda itu orang baik dan bukan berniat
untuk mencelakakan anda.
Karena proses sosialisasi itu sangat penting, maka
Ilmu Sosial Dasar patut diberikan di berbagai jenjang pendidikan termasuk di
perguruan tinggi. Di perguruan tinggi Ilmu Sosial Dasar patut dijadikan sebagai
Mata Kuliah Dasar Umun (MKDU). Karena dengan adanya mata kuliah ini diharapkan
para mahasiswa dapat menjadi pribadi sosial yang baik dan dapat menjadi lulusan
yang baik pula.
1.5 Kesimpulan
Dari penjelasan yang telah
disampaikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa kehadiran ilmu sosial dasar sebagai
mata kuliah dasar umum penting adanya. Hal ini di karenakan dengan mempelajari
ilmu sosial dasar kita dapat mengembangkan kepekaan mahasiswa
terhadapmasalah-masalah sosial yang terjadi di lingkugannya. Menjadikan
mahasiswa lebih merasa bertanggung jawab dan mengerti penderitaan sesama
melalui penguasaan pengetahuan dasar kehidupan sosial masyarakat besrta
masalah-masalahnya.
Daftar Pustaka
Hartomo,H., dkk. 1993. MKDU Ilmu
Sosial Dasar. Jakarta: Bumi Aksara
Soedarno P., dkk. 1993. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
Ahmadi, Abu. 1991. Ilmu Sosial Dasar Mata Kuliah Dasar Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Ahmadi, Abu. 1991. Ilmu Sosial Dasar Mata Kuliah Dasar Umum. Jakarta : Rineka Cipta
Ahmadi, Abu. 2003. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Rineka Cipta
http://journal.ui.ac.id/index.php/jai/article/viewFile/3419/2700
https://www.google.co.id/publicdata/explore?ds=d5bncppjof8f9_&met_y=sp_pop_grow&hl=id&dl=id#!ctype=l&strail=false&bcs=d&nselm=h&met_y=sp_pop_totl&scale_y=lin&ind_y=false&rdim=region&ifdim=region&tdim=true&tstart=-289639800000&tend=1509123600000&hl=in&dl=in&ind=false
http://staffnew.uny.ac.id/upload/130682770/pendidikan/suplemendasar-2-ilmu-sosial.pdf


Komentar
Posting Komentar